"Bah… kalau sakitnya datang lagi, bilang ke Omasih ya…" — Mak Omasih, 59 tahun
Di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk pikuk kota, hiduplah sepasang suami istri yang kini tengah menghadapi ujian hidup yang sangat berat. Mereka adalah Bah Aep, 62 tahun, dan istrinya Mak Omasih, 59 tahun. Rumah kecil yang mereka tinggali berdinding rapuh, senyap, namun menyimpan cerita perjuangan yang tak pernah terdengar dunia luar.
Awal Mula: Dari Sengatan Tawon Hingga Wajah yang Perlahan Hancur
Lima tahun lalu, kehidupan Bah Aep masih seperti orang kebanyakan. Walau sederhana, ia masih bisa bekerja untuk menafkahi keluarga kecilnya. Namun suatu hari, seekor tawon menyengat mata kanannya. Sederhana, kelihatannya biasa saja.
Tapi dari situlah mimpi buruk itu dimulai.
Benjolan kecil muncul di area yang tersengat. Awalnya hanya sebesar kelereng, lama-lama membesar, mengeras, dan mulai melumpuhkan sebagian wajah Bah Aep. Dalam waktu bertahun-tahun, tumor ganas itu terus berkembang, menggerogoti hampir setengah bagian wajah kanannya.