IDAP 5 PENYAKIT, Ridho Tak Gengsi Rawat Sang Adik
IDAP 5 PENYAKIT, Ridho Tak Gengsi Rawat Sang Adik
DARURAT KEMANUSIAAN

IDAP 5 PENYAKIT, Ridho Tak Gengsi Rawat Sang Adik

Rp 0 terkumpul dari Rp 75.000.000
87 Hari tersisa 0 Donatur

“Sepulang sekolah, aku gendong adikku keliling jualan kopi… Biar bisa beli obatnya bulan ini.” — Ridho, 16 tahun

Di usia 16 tahun, saat remaja lain masih dimanja orang tua, Ridho justru menjadi orang tua bagi adiknya sendiri.

Salsa, 6 tahun, terbaring lemah dengan Cerebral Palsy, Skoliosis, Hernia, Tumor, dan Epilepsi. Ia tak bisa berjalan, tak bisa duduk, tak bisa berbicara. Kejang bisa datang tiba-tiba, membuat tubuh kecilnya kaku dan bibirnya membiru.

Ayah dan ibu harus bekerja ke luar kota demi mencari nafkah. Saat mereka pergi, Ridho mengambil peran itu. Ia menyuapi, menggendong, menenangkan saat kejang, bahkan menjual kopi keliling sambil membawa Salsa karena tak berani meninggalkannya sendirian.

“Saya nggak bisa tinggalin dia. Kalau kejang dan nggak ada yang nolong, gimana?”

Dalam sehari, Ridho hanya mendapat Rp15.000–Rp20.000. Sementara obat Salsa mencapai Rp600.000 per bulan. Pernah sekali ia tinggal sebentar untuk membeli air, dan saat kembali, bibir adiknya sudah membiru karena kejang. Sejak itu, ia memilih lelah… daripada kehilangan.

Jika tak ada bantuan, kondisi Salsa bisa semakin parah. Dan Ridho bisa kehilangan sekolahnya—kehilangan masa depannya—karena terlalu cepat menjadi orang tua bagi adiknya.

“Saya nggak ingin adik saya mati. Saya cuma ingin dia sembuh… dan saya bisa tetap sekolah.”

Hari ini, kita bisa meringankan beban yang terlalu berat di pundak seorang anak 16 tahun.

Bantu:

  • Obat dan perawatan rutin Salsa
  • Alat bantu dan kebutuhan hariannya
  • Pendidikan Ridho agar tetap sekolah

Jangan biarkan mereka bertahan sendirian.
Karena seorang anak tak seharusnya menggantikan peran orang tua… sendirian.