Di saat orang tua lain sibuk merencanakan masa depan anaknya, orang tua dari Ananda Ana Maulida justru setiap hari dihantui satu pertanyaan yang sama,
"Bagaimana kami bisa terus berobat… sementara dapur juga harus tetap mengepul?"
Sejak Ana sakit, hidup mereka berubah.
Waktu yang dulu digunakan untuk bekerja, kini habis di ruang tunggu rumah sakit.
Tenaga yang dulu untuk mencari nafkah, kini tercurah sepenuhnya untuk merawat buah hati tercinta.
Mereka bukan hanya kehilangan penghasilan.
Mereka seperti dipaksa memilih antara menjaga kesehatan anak… atau menjaga agar keluarga tetap bisa makan.
Melihat perjuangan itu, Yayasan Wahdah Inisiatif Kebaikan tak ingin hanya hadir sesaat.
Kami menyalurkan bantuan modal usaha, agar orang tua Ana tetap bisa berpenghasilan tanpa harus jauh dari sisi putrinya.
Kini, dari rumah sederhana mereka, sebuah usaha kecil mulai berjalan.
Tidak besar. Tidak mewah.
Namun cukup untuk menumbuhkan harapan — bahwa mereka tidak sendirian.
Karena bagi kami, membantu bukan sekadar memberi.
Tapi memastikan sebuah keluarga tetap kuat bertahan di tengah ujian yang begitu berat.
Semoga setiap langkah kecil ini menjadi jalan kesembuhan untuk Ana,
dan jalan kebaikan untuk kita semua.